Minggu ini adalah hari ulang tahunku.
Yang membuat hari ini sedikit berbeda adalah karena aku tidak merayakannya sendirian. Hari ini, anak pertamaku, M, juga bertambah usia.
Dua ulang tahun dalam satu hari.
Dulu aku menganggap ulang tahun adalah tentang bertambahnya umur. Semakin dewasa, aku sadar bahwa ulang tahun sebenarnya adalah pengingat.
Pengingat bahwa waktu terus berjalan.
Kita sering menghitung usia dengan angka, tetapi lupa menghitung berapa banyak kesempatan yang sudah Tuhan berikan.
Berapa kali kita masih diberi napas.
Berapa kali kita masih diberi kesempatan meminta maaf.
Berapa kali kita masih bisa memeluk orang tua, pasangan, atau anak-anak.
Dan berapa kali kita masih diberi kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Hari ini, melihat M bertambah besar, aku menyadari sesuatu.
Anak-anak tidak pernah benar-benar tumbuh perlahan.
Mereka tumbuh saat kita sibuk bekerja.
Mereka berubah saat kita mengejar target.
Mereka semakin dewasa ketika kita merasa masih punya banyak waktu.
Lalu suatu hari kita melihat foto lama dan berkata,
“Ternyata waktu berjalan secepat itu.”
Sebagai seorang ayah, tentu aku berharap M memiliki pendidikan yang baik, pekerjaan yang baik, dan kehidupan yang baik.
Tetapi semakin bertambah usia, aku memiliki doa yang lebih sederhana.
Semoga ia selalu menjadi pribadi yang rendah hati.
Semoga ia mencintai Tuhan.
Semoga ia peduli kepada sesama.
Semoga ia memiliki keberanian melakukan hal yang benar, meskipun tidak selalu mudah.
Karena pada akhirnya, kehidupan bukan diukur dari seberapa banyak yang kita miliki.
Tetapi seberapa banyak kehidupan orang lain menjadi lebih baik karena kehadiran kita.
Hari ini aku juga bertanya kepada diriku sendiri.
Jika suatu hari nanti aku tidak lagi memiliki kesempatan merayakan ulang tahun, apakah hidupku sudah berarti?
Apakah keluargaku tahu bahwa aku mencintai mereka?
Apakah teman-temanku mengenalku sebagai orang yang membawa damai?
Apakah rekan kerjaku mengingatku sebagai seseorang yang membantu mereka bertumbuh?
Apakah ada orang yang hidupnya menjadi sedikit lebih baik karena aku pernah hadir?
Pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih penting daripada jumlah lilin di atas kue.
Hari ini aku bersyukur.
Bukan karena usiaku bertambah.
Tetapi karena Tuhan masih mempercayaiku menjalani satu tahun lagi.
Masih memberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.
Masih memberi kesempatan untuk mengasihi keluarga.
Masih memberi kesempatan untuk berkarya.
Masih memberi kesempatan untuk menjadi berkat.
Selamat ulang tahun untuk M.
Dan selamat ulang tahun untuk diriku sendiri.
Semoga setiap tahun yang Tuhan tambahkan bukan hanya membuat usia kami bertambah, tetapi juga membuat hati kami semakin dewasa.
Karena pada akhirnya…
Hidup bukan tentang berapa lama kita hidup, tetapi tentang apa yang kita lakukan dengan waktu yang Tuhan percayakan kepada kita.